Tampilkan postingan dengan label kanak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanak. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Februari 2014
Artis Bollywood Kecam Pemerkosaan Kanak kanak 5 Tahun
22 April 2013 catatan idahsalam
Foto : Warga India berdemo kecam pemerkosaan anak 5 tahun (AP)
NEW DELHI - Insiden pemerkosaan kanak-kanak berusia lima tahun turut mendapat tanggapan dari beberapa artis Bollywood ternama. Mereka pun ingin melihat pelaku pemerkosaan dijatuhi hukuman seberat-beratnya.
Aktor Bollywood John Abraham, Anil Kapoor, Tusshar Kapoor menyebut peristiwa pemerkosaan itu sebagai tindakan yang memalukan. Mereka menganggap tragedi pemerkosaan itu adalah peristiwa yang sangat tidak dapat diterima.
"Saya rasa, tidak ada satupun orang di negara ini yang tidak mengecam peristiwa ini, dan saya rasa, ini adalah peristiwa yang memalukan dan tidak dapat diterima secara mutlak," ujar Kapoor yang sedang berada di Kota New Delhi, seperti dikutip PTI, Isnin (22/4/2013).
"Polis dan negara adalah pihak yang bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan warga. Pelaku harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya," imbuhnya.
Sementara itu, John Abraham juga mengaku cukup tercengang ketika mendengar peristiwa itu. Abraham ingin, para pelaku dijatuhi eksekusi mati kerana hal itu secara tidak langsung akan memberi pelajaran yang cukup baik bagi para kriminal.
"Saya terbang ke Delhi pada pagi ini dan membaca tiga artikel di suratkhabar, pertama adalah pemerkosaan gadis lima tahun, di halaman berikutnya ada pemerkosaan kanak-kanak empat tahun di Madhya Pradesh, dan adapula pemerkosaan terhadap perempuan yang mengalami keterbelakangan mental di Pune. Ini sangat memalukan," ujar Abraham.
Abraham mengaku, India memang penuh dengan kejahatan-kejahatan memalukan itu. Oleh kerana itulah, Abraham sangat ingin para pelaku pemerkosaan dijatuhi hukum gantung. okezone.com
Aktor Bollywood John Abraham, Anil Kapoor, Tusshar Kapoor menyebut peristiwa pemerkosaan itu sebagai tindakan yang memalukan. Mereka menganggap tragedi pemerkosaan itu adalah peristiwa yang sangat tidak dapat diterima.
"Saya rasa, tidak ada satupun orang di negara ini yang tidak mengecam peristiwa ini, dan saya rasa, ini adalah peristiwa yang memalukan dan tidak dapat diterima secara mutlak," ujar Kapoor yang sedang berada di Kota New Delhi, seperti dikutip PTI, Isnin (22/4/2013).
"Polis dan negara adalah pihak yang bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan warga. Pelaku harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya," imbuhnya.
Sementara itu, John Abraham juga mengaku cukup tercengang ketika mendengar peristiwa itu. Abraham ingin, para pelaku dijatuhi eksekusi mati kerana hal itu secara tidak langsung akan memberi pelajaran yang cukup baik bagi para kriminal.
"Saya terbang ke Delhi pada pagi ini dan membaca tiga artikel di suratkhabar, pertama adalah pemerkosaan gadis lima tahun, di halaman berikutnya ada pemerkosaan kanak-kanak empat tahun di Madhya Pradesh, dan adapula pemerkosaan terhadap perempuan yang mengalami keterbelakangan mental di Pune. Ini sangat memalukan," ujar Abraham.
Abraham mengaku, India memang penuh dengan kejahatan-kejahatan memalukan itu. Oleh kerana itulah, Abraham sangat ingin para pelaku pemerkosaan dijatuhi hukum gantung. okezone.com
Kamis, 26 Desember 2013
Keji ! Doktor Cabuli 14 Kanak kanak Selama Bertugas di Kenya
Washington - Terlalu! Seorang doktor di AS diadili atas kes pencabulan anak ketika bertugas di Kenya. Doktor ini mengakui telah mencabuli sedikitnya 14 kanak-kanak selama periode 8 tahun bertugas di negara Afrika tersebut.
John Ott dijerat bermacam dakwaan, termasuk pencabulan dan pelecehan seksual oleh mahkamah setempat. Jika disabitkan bersalah, lelaki berusia 67 tahun ini terancam hukuman maksima 30 tahun dan hukuman denda US$ 250 ribu.
Demikian pernyataan Jabatan Kehakiman AS seperti dilansir AFP, Rabu (8/5/2013),
Saat bertugas di Kenya, Ott bekerja sama dengan sebuah lembaga kemanusiaan. Dia bahkan mendirikan sebuah panti asuhan di Kenya. Namun tak disangka, dia tergamak melakukan perbuatan keji semacam ini terhadap anak-anak setempat.
Mahkamah menyebutkan, korbannya rata-rata berusia antara 9-17 tahun. Dalam perbicaraan, Ott mengakui dia juga membayar biaya sekolah dan kerap memberikan bantuan kewangan kepada para mangsanya.
Perbicaraan kes ini masih berlangsung. Selanjutnya, Ott akan menjalani sidang hukuman pada 26 Julai mendatang.
Ott ditangkap pada Desember 2012 lalu usai dideportasi dari Tanzania, yang berdekatan dengan Kenya. Kini dia berada dalam penahanan aparat federal AS. detikNews
John Ott dijerat bermacam dakwaan, termasuk pencabulan dan pelecehan seksual oleh mahkamah setempat. Jika disabitkan bersalah, lelaki berusia 67 tahun ini terancam hukuman maksima 30 tahun dan hukuman denda US$ 250 ribu.
Demikian pernyataan Jabatan Kehakiman AS seperti dilansir AFP, Rabu (8/5/2013),
Saat bertugas di Kenya, Ott bekerja sama dengan sebuah lembaga kemanusiaan. Dia bahkan mendirikan sebuah panti asuhan di Kenya. Namun tak disangka, dia tergamak melakukan perbuatan keji semacam ini terhadap anak-anak setempat.
Mahkamah menyebutkan, korbannya rata-rata berusia antara 9-17 tahun. Dalam perbicaraan, Ott mengakui dia juga membayar biaya sekolah dan kerap memberikan bantuan kewangan kepada para mangsanya.
Perbicaraan kes ini masih berlangsung. Selanjutnya, Ott akan menjalani sidang hukuman pada 26 Julai mendatang.
Ott ditangkap pada Desember 2012 lalu usai dideportasi dari Tanzania, yang berdekatan dengan Kenya. Kini dia berada dalam penahanan aparat federal AS. detikNews
Langganan:
Postingan (Atom)