Terkini
Jumat, 05 September 2014
Lowongan Kerja CV Cipta Niaga Logam Bandar Lampung
Lowongan Kerja CV. Cipta Niaga Logam Bandar Lampung - Kami adalah perusahaan supplier alat material, saat ini sedang membutuhkan tenaga kerja sebagai:
1. Salesman (SM)
2. Supir (SP)
3. Karyawan Gudang (KG)
Persyaratan:
- Pengalaman kerja
- Pas foto 4x6 berwarna terbaru
- Berpengalaman dibidangnya
- Foto copy Kartu Keluarga dan KTP
- Foto copy Ijazah
- Umur minimal 25 tahun
Fasilitas: Gaji, uang makan dan komisi.
Lamaran diantarkan langsung ke:
CV. Cipta Niaga Logam
Jl. Ridwan Rais Gg. Mangga III No. 5 Kedamaian, Bandar Lampung
lamaran diterima paling lambat 14 hari seteah iklan ini dimuat.
Selengkapnya...
1. Salesman (SM)
2. Supir (SP)
3. Karyawan Gudang (KG)
Persyaratan:
- Pengalaman kerja
- Pas foto 4x6 berwarna terbaru
- Berpengalaman dibidangnya
- Foto copy Kartu Keluarga dan KTP
- Foto copy Ijazah
- Umur minimal 25 tahun
Fasilitas: Gaji, uang makan dan komisi.
Lamaran diantarkan langsung ke:
CV. Cipta Niaga Logam
Jl. Ridwan Rais Gg. Mangga III No. 5 Kedamaian, Bandar Lampung
lamaran diterima paling lambat 14 hari seteah iklan ini dimuat.
Tribun Lampung, 10 September 2012
Kamis, 04 September 2014
RUMAH BACA SERIBU
Anda hobi membaca? (Andai Anda memang maniak membaca) berapa biaya bulanan harus keluar untuk memenuhi hasrat membaca koran harian yang jumlahnya seabrek itu? Belum lagi aneka majalah bulanan beragam topik? Buku-buku terbaru ekonomi, komputer, agama, sosial, politik, teknologi, agrobisnis, dll? Cukupkah puluhan atau bahkan ratusan ribu rupiah? :)
Sebuah ide sederhana, coba tangkap peluang itu. Bagaimana kalau kita buka Rumah Baca Seribu !? Ya, sekali masuk rumah baca, pengunjung dimohon mendonasi SERIBU perak :) Pengunjung boleh membaca apaaa sajaa koleksi rumah baca seharian penuh :)

Biar menarik, kekuatan utama rumah baca tentu ada pada jumlah koleksi buku/bahan bacaan. Semakin lengkap, beragam, untuk semua kalangan umur dan profesi, mungkin akan mengundang minat baca pengunjung. Fasilitas umum (toilet, mini cafe, parkir, mushola, dan semacam nya), akan menjadi nilai plus Rumah Baca. Tempat duduk yang nyaman buat membaca, jadi faktor utama.
Donasi yang masuk bisa dipakai untuk menutup biaya operasional, menambah jumlah koleksi buku, pengembangan, dsb.
Siapa tahu, Rumah Baca Seribu (yang OK) bisa jadi alternatif kunjungan (wisata domestik) di hari Sabtu Minggu, hehehe ..........
Lumayan, hanya dengan seribu perak bisa kebagian bacaan KOMPAS, TEMPO, MEDIA INDONESIA, REPUBLIKA, Majalah Otomotif, Olah Raga, Peluang Usaha, Teknologi, Panduan Wisata, Buku Agama, dan seabrek buku/majalah/bacaan lain
Selingan : buat hunting buku, nambah-nambah koleksi buku atau majalah dll coba main-main di sini :)
Selengkapnya...
Sebuah ide sederhana, coba tangkap peluang itu. Bagaimana kalau kita buka Rumah Baca Seribu !? Ya, sekali masuk rumah baca, pengunjung dimohon mendonasi SERIBU perak :) Pengunjung boleh membaca apaaa sajaa koleksi rumah baca seharian penuh :)

Biar menarik, kekuatan utama rumah baca tentu ada pada jumlah koleksi buku/bahan bacaan. Semakin lengkap, beragam, untuk semua kalangan umur dan profesi, mungkin akan mengundang minat baca pengunjung. Fasilitas umum (toilet, mini cafe, parkir, mushola, dan semacam nya), akan menjadi nilai plus Rumah Baca. Tempat duduk yang nyaman buat membaca, jadi faktor utama.
Donasi yang masuk bisa dipakai untuk menutup biaya operasional, menambah jumlah koleksi buku, pengembangan, dsb.
Siapa tahu, Rumah Baca Seribu (yang OK) bisa jadi alternatif kunjungan (wisata domestik) di hari Sabtu Minggu, hehehe ..........
Lumayan, hanya dengan seribu perak bisa kebagian bacaan KOMPAS, TEMPO, MEDIA INDONESIA, REPUBLIKA, Majalah Otomotif, Olah Raga, Peluang Usaha, Teknologi, Panduan Wisata, Buku Agama, dan seabrek buku/majalah/bacaan lain
Selingan : buat hunting buku, nambah-nambah koleksi buku atau majalah dll coba main-main di sini :)
Rabu, 03 September 2014
Inilah Alasan Tante Tante Lebih Menyukai Brondong

Sebagian wanita dewasa menyukai pria lebih muda sebagai pasangan atau teman selingkuhan. Ini terlihat dari hasil survey yang dilakukan situs kesehatan WebMd. Dari sepertiga respondennya yang berusia 40-69, mengatakan pernah memadu kasih bersama pria yang minimal 10 tahun lebih muda. Dan, seperenam dari wanita berusia 50-an, mengatakan lebih suka berkencan dengan pria umur 40-an.
Fenomena ini ditanggapi Dr Tina B Tessina. Penulis buku The Unofficial Guide to Dating Again ini mengatakan, wanita tertarik pada pria lebih muda lebih karena menginginkan kebersamaan. Materi bukanlah hal utama lagi. Wanita punya hasrat untuk berbagi cerita atau bersenang-senang, sekali pun dilalui pula dengan aktivitas seks.“Mungkin juga karena wanita kembali ke ‘pasar bebas’ setelah melewati perceraian yang melelahkan,” kata Tina.
Begitu pula dengan pria lebih muda alias brondong. Sebagian mereka ada yang memandang wanita lebih tua itu menarik. Mereka terlihat lebih menawan, matang, dan berpengalaman. Kemapanan finansial dan seksual juga menjadi pembuai hasrat mendapatkan wanita itu.
Brondong yang cenderung “junior” dalam segala sesuatu menjadi daya tarik sendiri. Ibaratnya, seperti perjaka yang belum tersentuh. Wanita yang lebih tua menyukai berbagi kasih dengan pria muda yang belum matang seperti ini.
Sumber:http://kotakhitamdunia.blogspot.com/2011/11/inilah-alasan-tante-tante-lebih. html#ixzz1c02CUmhc
Selasa, 02 September 2014
Lowongan Sales Representative PT Prima Karya Nusa
Lowongan Sales Representative PT. Prima Karya Nusa - Closing Date: 31/12/2013 - PT. Prima Karya Nusa telah menjadi pemasok utama pelumas untuk industri, komersial dan otomotif selama lebih dari 25 tahun. Sebagai distributor resmi pelumas Mobil di Batam dan Sumatera, kami mendistribusikan produk berkualitas tinggi merek Mobil. Saat ini kami sedang membutuhkan tenaga kerja sebagai:
Sales Representative

Kualifikasi:
- Pria/Wanita usia max. 35 tahun.
- Pendidikan min. D1 atau sederajat. Diutamakan yang berpengalaman di bidang sales.
- Menguasai program komputer, internet dan bisa berbahasa inggris.
- Memiliki SIM C dan mempunyai kendaraaan sendiri.
- Sanggup bekerja keras, menyukai bidang penjualan, dan bisa bekerja sesuai target.
- Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, berpenampilan menarik, rapi dan sopan.
- Kreatif, jujur, ulet dan bertanggung jawab.
- Berdomisili di Lampung.
Resume dan pas foto terbaru dapat di email ke lampung@ptpkn.com atau dikirimkan langsung paling lambat pada 31/12/2013 ke:
PT. Prima Karya Nusa
Alamat: Jln. Pulau Damar No. 12, RT. 09, Lk. Way Dadi Baru, Kec. Sukarame, Bandar Lampung 35000
Sumber: HRD PT. Prima Karya Nusa, via submit form KarirLampung.com, tanggal 16 Agustus 2013
Jangan lupa, follow kami di Twitter @KarirLampung dan Facebook KarirLampungDotCom Semoga informasi Lowongan Kerja Lampung Terbaru yang kami sajikan ini bermanfaat dan bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran di Lampung.
Selengkapnya...
Sales Representative

Kualifikasi:
- Pria/Wanita usia max. 35 tahun.
- Pendidikan min. D1 atau sederajat. Diutamakan yang berpengalaman di bidang sales.
- Menguasai program komputer, internet dan bisa berbahasa inggris.
- Memiliki SIM C dan mempunyai kendaraaan sendiri.
- Sanggup bekerja keras, menyukai bidang penjualan, dan bisa bekerja sesuai target.
- Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, berpenampilan menarik, rapi dan sopan.
- Kreatif, jujur, ulet dan bertanggung jawab.
- Berdomisili di Lampung.
Resume dan pas foto terbaru dapat di email ke lampung@ptpkn.com atau dikirimkan langsung paling lambat pada 31/12/2013 ke:
PT. Prima Karya Nusa
Alamat: Jln. Pulau Damar No. 12, RT. 09, Lk. Way Dadi Baru, Kec. Sukarame, Bandar Lampung 35000
Sumber: HRD PT. Prima Karya Nusa, via submit form KarirLampung.com, tanggal 16 Agustus 2013
Jangan lupa, follow kami di Twitter @KarirLampung dan Facebook KarirLampungDotCom Semoga informasi Lowongan Kerja Lampung Terbaru yang kami sajikan ini bermanfaat dan bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran di Lampung.
Senin, 01 September 2014
Cari Kerja Perempuan 23 tahun D3 Akuntansi Berpengalaman Bandar Lampung
Cari Kerja: Perempuan, 23 tahun, D3 Akuntansi, Berpengalaman, Bandar Lampung. Informasi selengkapnya:
Bagi perusahaan yang berminat dengan tenaga dan skill yang dimiliki pencari kerja diatas, silakan menghubungi ybs via email yang tertera diatas.
Selengkapnya...
| Nama Lengkap: | Siti Maysaroh |
| Pendidikan Terakhir: | D3 Akuntansi lulus tahun 2012 |
| Umur: | 23 Tahun |
| Jenis Kelamin: | Perempuan |
| Alamat Lengkap: | Jalan Selat Malaka V No.56 RT.09 LK.02 Kel.Panjang Selatan, Kec.Panjang, Bandar Lampung Bandar Lampung, Lampung 35243 Indonesia |
| Pengalaman Kerja: | -PPL at PT.Central Proteinarima Tbk, Accounting Dept (Feb 2010 - April 2010) -Finance Staff at PT.Parkland World Indonesia (July 2011 - August 2012) -Accounting Staff at PT.Parkland World Indonesia (Control A/R from Export, arrange LLD Report and RTE-DHE)(August 2012 - present) |
| Riwayat Kursus: | English Courses at Standard Gandhi English Languge Center (2005) |
| Jenis Pekerjaan yang Diminati: | Accounting Staff, Private Teacher, Adm Staff |
| Lokasi Kerja yang Diinginkan: | Bandar Lampung |
| Nomor Telepon / HP: | - (Ada pada admin) |
| Email: | mylovefamily21@yahoo.co.id |
| Facebook: | - |
Bagi perusahaan yang berminat dengan tenaga dan skill yang dimiliki pencari kerja diatas, silakan menghubungi ybs via email yang tertera diatas.
Sabtu, 30 Agustus 2014
Bibit Durian
Bibit Durian - Budidaya Petani. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bibit Durian yang meliputi tips/ cara memilih bibit durian yang bagus, penyiapan bibit, teknik penyemaian bibit durian dan Teknik Pemindahan Bibit Durian.
1) Persyaratan Benih Durian Yang Bagus
Biji utk bibit dipilih dari biji yg memenuhi persyaratan:
- Asli dari induknya.
- Segar & sudah tua.
- Tidak kisut.
- Tidak terserang hama & penyakit.
Bibit Durian
![]() |
| Bibit Durian |
Pernanyakatan tanaman durian dpt dilakukan melalui cara generatif (dengan biji) atau vegetatif (okulasi, penyusuan atau cxangkokan).
a) Pengadaan benih dgn cara generatif
Memilih biji-biji yg tulen/murni dilakukan dgn mencuci biji-biji dahulu agar daging buah yg menempel terlepas. Biji yg dipilih dikeringkan pada tempat terbuka, tdk terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan diusahakan agar tdk berkecambah/rusak & merosot daya tumbuhnya. Proses pemasakan biji dilakukan dgn baik (dengan cara diistirahatkan beberapa saat), dalam kurun waktu 2-3 minggu sesudah diambil dari buahnya. Setelah itu biji ditanam.
b) Pengadaan bibit dgn cara okulasi
Persyaratan biji durian yg akan diokulasi berasal dari biji yg sehat & tua, dari tanaman induk yg sehat & subur, sistem perakaran bagus & produktif. Biji yg ditumbuhkan, dipilih yg pertumbuhannya sempurna. Setelah umur 8-10 bulan, dpt diokulasi, dgn cara:
- Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (.... 1 cm). Dipilih mata tunas yg berjarak 20 cm dari permukaan tanah.
- Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2-3 cm sehingga mirip lidah.
- Kulit yg mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.
- Sisipan “mata” yg diambil dari pohon induk utk batang atas (disayat dibentuk perisai) diantara kulit. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2 minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak. Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal.
c) Penyusuan
1. Model tusuk/susuk
- Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju kearah pucuk. Panjang belahan antara 1-1,5 cm diukur dari pucuk. Tanaman calon batang bawah sebaiknya memiliki diameter sama dgn batang atasnya. Tajuk calon batang bawah dipotong & dibuang, kemudian disayat sampai runcing. Bagian yg runcing disisipkan kebelahan calon batang atas yg telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tdk mudah lepas, sambungannya harus diikat kuat-kuat dgn tali rafia.
- Selama masa penyusuan batang yg disatukan tdk boleh bergeser. Sehingga, tanaman batang bawah harus disangga atau diikat pada tanaman induk (batang tanaman yg besar) supaya tdk goyah setelah dilakukan penyambungan. Susuan tersebut harus disiram agar tetap hidup. Biasanya, setelah 3-6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari tanaman induknya, tergantung dari usia batang tanaman yg disusukan. Tanaman muda yg kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah 3 bulan. Penyambungan model tusuk atau susuk ini dpt lebih berhasil kalau diterapkan pada batang tanaman yg masih muda atau belum berkayu keras.
2. Model sayatan
- Pilih calon batang bawah (bibit) & calon batang atas dari pohon induk yg sudah berbuah & besarnya sama.
- Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Sayatan pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk & besarnya sama.
- Setelah kedua batang tersebut disayat, kemudian kedua batang itu ditempel tepat pada sayatannya & diikat sehingga keduanya akan tumbuh bersama-sama.
- Setelah 2-3 minggu, sambungan tadi dpt dilihat hasilnya kalau batang atas & batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama berarti penyusuan tersebut berhasil.
- Kalau sambungan berhasil, pucuk batang bawah dipotong/dibuang, pucuk batang atas dibiarkan tumbuh subur. Kalau pertumbuhan pucuk batang atas sudah sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.
- Maka akan terjadi bibit durian yg batang bawahnya adalah tanaman biji, sedangkan batang atas dari ranting/cabang pohon durian dewasa.
d) Cangkokan
Batang durian yg dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yg sehat, subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yg rimbun, besar cabang tdk lebih besar daripada ibu jari (diameter=2–2,5 cm), kulit masih hijau kecoklatan. Waktu mencangkok adalah awal musim hujan sehingga terhindar dari kekeringan, atau pada musim kering, tetapi harus disiram secara rutin (2 kali sehari), pagi & sore hari. Adapun tata cara mencangkok adalah sebagai berikut:
- Pilih cabang durian sebesar ibu jari & yg warna kulitnya masih hijau kecoklatan.
- Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sehingga kulitnya terlepas.
- Bersihkan lendir dgn cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari.
- Bagian bekas sayatan dibungkus dgn media cangkok (tanah, serabut gambut, mos). Jika menggunakan tanah tambahkan pupuk kandang/kompos perbandingan 1:1. Media cangkok dibungkus dgn plastik/sabut kelapa/bahan lain, kedua ujungnya diikat agar media tdk jatuh.
- Sekitar 2-5 bulan, akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong & ditanam di keranjang persemaian berisi media tanah yg subur.
3) Teknik Penyemaian & Pemeliharaan
Bibit durian sebaiknya tdk ditanam langsung di lapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu ditempat persemaian. Biji durian yg sudah dibersihkan dari daging buah dikering-anginkan sampai kering tdk ada air yg menempel. Biji dikecambahkan dahulu sebelum ditanam di persemaian atau langsung ditanam di polibag. Caranya biji dideder di plastik/anyaman bambu/kotak, dgn media tanah & pasir perbandingan 1:1 yg diaduk merata. Ketebalan lapisan tanah sekitar 2 kali besar biji (6-8 cm), kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah), suhu media diupayakan cukup lembab (20°C-23°C). Biji ditanam dgn posisi miring tertelungkup (bagian calon akar tunggang menempel ke tanah), & sebagian masih kelihatan di atas permukaan tanah (3/4 bagian masih harus kelihatan). Jarak antara biji satu dgn lainnya adalah 2 cm membujur & 4-5 cm melintang. Setelah biji dibenamkan, kemudian disemprot dgn larutan fungisida, kemudian kotak sebelah atas ditutup plastik supaya kelembabannya stabil. Setelah 2-3 minggu biji akan mengeluarkan akar dgn tudung akar langsung masuk ke dalam media yg panjangnya ± 3-5 cm. Saat itu tutup plastik sudah bisa dibuka. Selanjutnya, biji-biji yg sudah besar siap dibesarkan di persemaian pembesar atau polibag.
4) Pemindahan Bibit
Bibityg akan ditanam di lapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75-150 cm atau berumur 7 - 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat & pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yg kokoh, perakarannya banyak & kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yg telah menebal & warnanya hijau tua.
Demikian artikel ttg Bibit Durian, smg bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/01/bibit-durian.html
Baca juga artikel secara lengkap mengenai budidaya buah durian melalui link di bawah ini:
Budidaya Buah Durian
Jumat, 29 Agustus 2014
Budidaya Kina Lengkap
Budidaya Kina - Budidaya Petani. Kina sangat cocok dibudidayakan di daerah pegunungungan. manfaat kina sangat penting terutama untuk penyakit jantung dan malaria. Budidaya kina yang benar akan memberi nilai manfaat bagi pembudidayanya. Berikut adalah bagaimana cara budidaya kina.
JENIS TANAMAN KINA.
MANFAAT TANAMAN KINA
SENTRA PENANAMAN KINA
SYARAT PERTUMBUHAN POHON KINA
PEDOMAN BUDIDAYA KINA
HAMA dan PENYAKIT KINA
Penggerek pangkal batang (Phasus damor). Gejala: kerusakan pada leher akar, daun kuning atau kemerahan, layu, kering, rontok & tanaman mati. Pengendalian: menanam bibit yg sehat & insektisida.
Penggerek cabang (Xyleberus. Sp). Gejala: pada ranting, cabang atau batang terlihat adanya tahi gergaji yg halus. Hama ini berasosiasi dengan jamur ambrosia. Pengendalian: menyemprot larutan fungisida sistemik & insektisida Gusadrin 150 ESC, Benlate 50 W).
Penggerek pucuk. Gejala: bekas serangan menyebabkan pucuk berwarna coklat & mati.Pengendalian: penyemprotan dengan insektisida Gusadrin 150 ESC, Benlate 50 WP.
Pengendalian hama/penyakit secara organic
Cara Panen Kina
Perkiraan Hasil Panen
Budidaya Buah Rambutan
Cara Budidaya Cabe
Budidaya Jambu Biji
Selengkapnya...
SEJARAH SINGKAT KINA
Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yg berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yg meliputi wilayah Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Daerah tersebut meliputi hutan-hutan pada ketinggian 900-3.000 m dpl. Bibit tanaman kina yg masuk ke Indonesia tahun 1852 berasal dari Bolivia, tetapi tanaman kina yg tumbuh dari biji tersebut akhirnya mati. Pada tahun 1854 sebanyak 500 bibit kina dari Bolivia ditanam di Cibodas & tumbuh 75 pohon yg terdiri atas 10 klon. Nama daerah : kina, kina merah, kina kalisaya, kina ledgeriana
JENIS TANAMAN KINA.
Klasifikasi Kina
- Divisi : Spermatophyta
- Sub divisi : Angiospermae
- Kelas : Monocotyledonae
- Keluarga : Rubiaceae
- Genus : Chinchona
- Spesies : Chinchona spp.
Gambaran
- C. succirubra : Tanaman berupa pohon dengan tinggi hingga 17m, cabang berbentuk galah yg bersegi 4 pada ujungnya, mula-mula berbulu padat & pendek kemudian agak gundul & berwarna merah. Daun letaknya berhadapan & berbentuk elips, lama kelamaan menjadi lancip atau bundar, warna hijau sampai kuning kehijauan, daun gugur berwarna merah. Tulang daun terdiri dari 11 – 12 pasang, agak menjangat, berbentuk galah, daun penumpu sebagian berwarna merah, sangat lebar. Ukuran daun panjang 24 – 25cm, lebar 17 –19cm. Kelopak bunga berbentuk tabung, bundar, bentuk gasing,
bergigi lebar bentuk segitiga, lancip. Bunga wangi, bentuk bulat telur sampai gelendong. - C. calisaya : Letak daun berhadapan, bentuk bundar sungsang lonjong, panjang 8 –15cm, lebar 3 – 6cm, permukaan bagian bawah berbulu halus seperti beludru terutama pada daun yg masih muda, panjang tangkai 1 – 1.5cm. Daun penumpu lebih panjang dari tangkai daun, bila sudah terbuka daun penumpu akan gugur. Bunga bentuk malai, berbulu halus, bunga mengumpul di setiap ujung perbungaan, kelopak bentuk tabung & bergigi pada bagian atasnya. Bunga bentuk bintang, berbau wangi dengan ukuran panjang 9mm, helaian mahkota bunga bagian dalam berwarna merah menyala, berbulu rapat & pendek, panjang benang sari setengan bagian tabung bunga. Buah berwarna kemerahan bila masak, bentuk seperti trelur panjang 4mm & bersayap.
- C. ledgeriana : Tinggi pohon antara 4 – 10m, cabang bentuk segi empat, berbulu halus atau lokos. Daun elip sampai lanset, bagian pangkal lancip & tirus, ujung daun lancip & jorong, helaian tipis, berwarna ungu terang tetapi daun muda
berwarna kemerahan, tangkai daun tidak berbulu, berwarna hijau atau kemerahan, panjang tangkai 3 – 6mm. Ukuran daun panjang 25.5 – 28.5cm, lebar 9 – 13cm, namun adakalanya panjang 7cm & lebar 2cm. Daun penumpu bundar sampai lonjong panjang 17 – 32mm & tidak berbulu. Mahkota bunga berwarna kuning agak putih & berbau wangi, bentuk melengkung dengan ukuran panjang 8 – 12mm. Panjang malai 7 – 18cm & gagang segi empat sangat pendek & berbulu rapat. Kelopak bunga bentuk limas sungsang 3 – 4mm, tabung tebal ditutupi bulu warna putih, tabung mahkota bunga bagian luarnya berbulu pendek tapi bagian dalamnya gundul dengan 5 sudut. Tangkai sari tidak ada. Buah lanset sampai bulat telur dengan ukuran panjang 8 – 12mm & lebar 3 – 4mm. Biji lonjong sampai lanset panjang 4 – 5mm.
Jenis Tanaman
Dari sekian banyaknya spesies kina di Indonesia, hanya 2 spesies yg penting yaitu C. succirubra Pavon (kina succi) yg dipakai sbg batang bawah & C. ledgriana (kina ledger) sbg bahan tanaman batang atas..Klon-klon unggul yg dianjurkan adalah antara lain: Cib 6, KP 105, KP 473, KP 484dan QRC. C. calisaya Wedd. (kina kalisaya) juga banyak dikenal & ditanam oleh masyarakat.
MANFAAT TANAMAN KINA
Kulit kina banyak mengandung alkaloid-alkaloid yg berguna utk obat. Di antara alkaloid tersebut ada dua alkaloid yg sangat penting yaitu kinine utk penyakit malaria & kinidine utk penyakit jantung. Manfaat lain dari kulit kina ini antara lain adalah utk depuratif, influenza, disentri, diare, & tonik.
SENTRA PENANAMAN KINA
Sentra produksi kina di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur & Sumatra Barat.
SYARAT PERTUMBUHAN POHON KINA
Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Tanaman Kina
- Tanaman ini memerlukan penyinaran matahari yg tidak terlalu terik.
- Tanaman tumbuh baik pada temperatur antara 13,5-21 derajat C.
- Tanaman menghendaki daerah beriklim lembab dengan kelembaban relatif harian minimum dalam satu tahun 68 % & 97 %.
- Angin yg kencang & lama menyebabkan banyak kerusakan karena patahnya cabang & gugurnya daun.
- Curah hujan tahunan utk lokasi budidaya kina yg ideal adalah 2.000-3.000mm/ tahun & merata sepanjang tahun.
Media Tanam Kina
- Tanah yg cocok utk tanaman kina adalah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, tidak bercadas & berbatu.
- Derajat keasaman (pH) antara 4,6-6,5 dengan pH optimum 5,8.
Ketinggian Tempat Yang Cocok Untuk Budidaya Kina
Di daerah asalnya di pegunungan Andes tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 m diatas permukaan laut (dpl). Di Indonesia tanaman ini menyukai daerah dengan ketinggian 800-2.000 m dpl dengan ketinggian optimum utk budidaya tanaman kina adalah 1.400-1.700 m dpl.[syarat tumbuh kina]
PEDOMAN BUDIDAYA KINA
Pembibitan.Pada kebun produksi, kina diperbanyak dengan cara vegetatif. Penyediaan bahan tanaman dilaksanakan dengan semai sambung, stek sambung, semai ledger, & stek ledger. Di Indonesia penyiapan dilakukan dengan cara stek sambung.
- Pembibitan Semai Sambung
- Batang bawah : Batang bawah adalah semai kina succi yg ditanam di kebun & batang atas entres kina ledger. Penyambungan dilaksanakan pada saat bibit bawah berumur 8-12 bulan, tinggi 30-40 cm & diameter batang 1 cm. Satu-dua minggu sebelum penyambungan daun semai succi dirempel sampai ketinggian 20-25 cm dari permukaan tanah.
- Entres batang atas : Didapat dari tanaman berumur 3-5 tahun dengan daya regenerasi optimal. Setiap 5 tahun pohon induk entres dipangkas setinggi 1 m dari permukaan tanah agar ranting entres selalu muda.
- Penyambungan : Batang bawah, pada ketinggian 4-5 cm dari permukaan tanah, disayat dari atas ke bawah sepanjang 1,5 cm. Siapkan entres kina ledger (1 cm) yg daunnya sudah dibuang & runcingkan bagian bawah entres. Selipkan entres ke sayatan di batang bawah, ikat dengan tali bambu & oleskan lilin sambungan penutup luka (lilin dicairkan dulu) sampai tertutup rapat. Penyambungan dilakukan sekitar pukul 12.00, jika cuaca tidak terik dpt dilakukan sampai pukul 14.00. Setelah sambungan berumur 3 minggu tunas entres telah tumbuh, pucuk batang bawah succi dipotong. Pada saat umur 7-8 minggu panjang tunas 3-4 cm batang bawah dipotong setengahnya. Setelah berumur 12 minggu & panjang tunas sambungan 12 cm, batang suci dipotong kira-kira 1 cm dari sambungan.
- Pemeliharaan : Pemeliharaan yg dilakukan selama periode persemaian bibit ini (disebut persemaian II) adalah penyiangan, pemberantasan hama-penyakit & pemupukan. Pupuk diberikan setiap 3 bulan dimulai pada waktu bibit sambungan berumur 2 bulan & berakhir 1 bulan sebelum dicabut (dipindahtanam). Pupuk berupa 160-200 g Urea, 80-100 g TSP & 160-200 g KCl yg diberikan dalam larikan sedalam 2-3 cm di antara barisan bibit setelah disiangi.
- Pindah tanam : Bibit dipindahkan ke kebun produksi saat berumur 1 tahun di persemaian II, tinggi 40 - 50 cm & akar tunggang 50 cm. Seminggu sebelum bibit dibongkar 2/3 bagian daun dibuang & sehari sebelum dibongkar tanah pembibitan disiram air sampai basah. 50 bibit diikat menjadi satu.
- Pembibitan Stek Sambung.
- Batang bawah Succi : Berasal dari batang muda atau tunas-tunas dari bekas tebangan, bukan dari cabang. Pohon induk yg baik dipilih dari pohon yg pertumbuhannya cepat & mudah berakar dalam penyetekan. Bahan stek diambil setelah tunas berumur 8-12 bulan dan, mempunyai ukuran sebesar pinsil.
- Batang atas ledger : Pohon induk batang atas ledger dipilih dari klon-klon yg dianjurkan. Pohon induk ditanam pada jarak 1,25 cmx1,25 cm, lokasi kebun dipilih datar, dekat tempat pembibitan. Pohon induk yg siap diambil
steknya pada umur 3-5 tahun. - Bahan tanaman & penyambungan : Batang bawah succi yg baik diambil dari pertumbuhan tunas berumur 10-12 bulan yg dipotong pada pohon induk sampai pangkal pangkasan. Semua daun dibuang, batang dibungkus dengan batang pisang & disimpan di tempat teduh. Bahan stek diambil dari bagian batang yg masih berair, berwarna coklat muda & agak tua. Batang dipotong miring 45-60° menjadi stek-stek berukuran 10 cm dengan satu mata tunas. Bagian sisi ujung atas batang bawah dibelah sedalam 1,5-2,0 cm utk menyelipkan batang atas. Pohon induk batang atas ledger terbaik berumur 3-5 tahun setelah pemangkasan. Batang atas hanya diambil pucuknya sekitar 12 cm, terdiri dari 3-4 ruas paling ujung. Pangkal pucuk dipotong runcing sepanjang 2 cm. Batang atas diselipkan ke belahan batang bawah, diikat dengan tali bambu.
- Media tanam : Pembibitan stek sambung dilakukan di kantung plastik/polibag ukuran 12x25 cm. Pada sekeliling & di tengah polibag bagian bawah diberi luang-lubang. Media tanaman berupa tanah andosol dengan pH 4,6- 6,0 yg diisikan ke dalam polibag sebanyak 2/3 bagiannya. Sebelumnya tanah disterilkan dengan larutan Trimaton 150 ml/15 l atau Vapam 250 ml/15 l utk 1 m 3 .
- Penanaman stek : Media dalam polibag disiram sampai lembab, oleskan Rootone (perangsang akar) pada ujung tanaman stek sambung lalu tanamkan pada media sedalam 5 cm. Padatkan tanah di sekitar stek supaya tanaman tegak.
- Penyungkupan : Bedengan diberi sungkup plastik dengan rangka dari bambu, besi atau kawat dengan jari-jari 50-70 cm dengan tinggi puncak 70 cm. Sungkup jangan bocor & air hujang yg menggenangi plastik harus dibuang.
- Pemeliharaan : Penyiraman dilakukan 3-4 minggu sekali. Sungkup dibuka setelah stek berumur 3-4 bulan & tinggi 20-25 cm. Pembukaan dilakukan secara bertahap. Jika hujan, sungkup ditutup. Pada bulan ke 6 sungkup dibuka sama sekali & pada bulan ke 7 dilakukan seleksi bibit. Tanaman diberi pupuk daun Gandasil atau Bayfolan 0,2-0,3% setiap minggu atau urea 0,2%. Pemupukan hanya dilakukan pada bibit yg tumbuhnya lambat sebanyak 1-5 g NPK 15-15-15/polibag. Penyiangan.dilakukan dengan tangan, penyemprotan insektisida dilakukan jikaada gejala serangan.
- Pindah tanam : Bibit dipindahkan ke kebun setelah berumur 10-12 bulan, tinggi 40-50 cm. & akar telah mencapai dasar polibag.
- Pembibitan Semai Ledger
- Bibit semai kina ledger : Adalah bibit semai dari biji kina ledger yg berasal dari poliklonal dengan klon-klon yg terpilih & dipelihara khusus. Penyiapan bibit relatif singkat hanya 1,5 tahun karena tidak perlu penyambungan.
- Persemaian : Dilakukan langsung pada bedengan atau dengan memakai polibag berukuran 12 x 25 cm berisi tanah hutan.
- Pindah tanam : Bibit dipindahtanamkan pada umur 1 tahun & tinggi 40-50 cm. Bibit dari bedengan dipindahkan dengan cara dicabut sedangkan bibit dari polibag dipindahkan dengan tanahnya setelah polibag disobek dengan hati-hati.
- Pembibitan Stek Ledger
- Stek ledger : Setek ledger adalah bibit kina dari pucuk ledger. Tanaman kina ledger umumnya sulit dikembangbiakan dengan stek. Bahan stek yg digunakan adalah pucuk, dari pohon induk yg telah berumur 3-5 tahun, & setiap 3-5 tahun harus dipangkas setinggi 25-30 cm dari sambungan. Pohon induk ditanam dari bibit semai sambung dengan jarak tanam 1,25x1,25 m. Bahan stek dipilih dari pucuk yg coklat muda, masih berair tetapi sudah agak tua dengan panjang 20-25 cm & dipetik di pagi hari. Panjang stek 12-15 cm terdiri dari 3-4 ruas. Sebelum ditanam daun dibuang /dirompes setengahnya.
- Pembibitan : Persiapan pembibitan, media, bedengan, penanaman stek, penyungkupan & pemeliharaan sama dengan pembibitan stek sambung. Bibit dipindahtanamkan ke lapangan umur 10-12 bulan, tinggi rata-rata 40-50 cm.
Pengolahan Media Tanam
Pengolahan tanah dimaksudkan utk mendapatkan tanah yg gembur, bersih dari tunggul sisa-sisa akar & gulma. Pengolahan tanah pertama dilakukan dengan pencangkulan tanah sedalam 60 cm, & pengolahan tanah ke dua sedalam 40 cm dilakukan 2-3 minggu setelah pengolahan tanah pertama. Pada pertanian organic saat pengolahan tanah yg kedua yaitu menghancurkan bongkahan & membuat struktur tanah lebih remah & gembur, juga dilakukan penebaran pupuk kandang atau kompos sekitar 50 – 60 ton per hektar sbg pupuk dasar..
- Persiapan Lahan : Setelah pengolahan tanah dilakukan pengukuran & pematokan dengan memberi tanda, setiap 20 m ke arah mendatar, ke arah kemiringan atas & bawah. Dengan demikian terbentuk petakan-petakan areal seluas 20 x 20 m2 = 400m 2 yg disebut satu patok. Tanda-tanda patok berupa hanjuang dipelihara dengan baik & mati segera diganti.
- Pengapuran : Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 4,5 dengan dosis kapur yg sesuai dengan keperluan. Kapur berupa dolomit, kalsit, dicampurkan merata 100gram/lubang.
- Pemupukan (sebelum tanam) : Pupuk utk memacu pertumbuhan bibit diberi 50 gram TSP. Diberikan dalam larikan sekitar tanaman.
Teknik Penanaman Kina.
- Penentuan Pola Tanaman : Pola penanaman tergantung tofografi lahan. Tiga macam jarak tanam yaitu jarak tanam rapat 75 cm x 75 cm, jarak tanam menengah 100 cm x 100 cm, & jarak tanam lebar yaitu 1,25 cm x 1,25 cm. PTP Nusantara VIII di Bukit Tunggul menerapkan jarak tanam 100 x 150 cm dengan populasi tanaman per hektar sekitar 6.500.
- Pembutan Lubang Tanam : Pengajiran utk pedoman penanaman sehingga sesuai dengan pola & jarak tanam yg dibuat. Lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 40 cm (untuk bibit dari polibag) & 30 cm x 30 cm x 40 cm (untuk bibit cabutan).
- Cara Penanaman :
- Bibit cabutan : Panjang akar bibit sekitar 30 cm, tinggi bibit 40-50 cm & 2/3 daunnya dirompes. Masukkan bibit dengan tegak jangan miring. Tanah timbunan dipadatkan dengan cara diinjak dengan kaki, kemudian diratakan.
- Bibit dalam Polibag : Polibag dibuka dengan cara menyobeknya lalu bibit ditanam bersama medianya, disangga dengan belahan bambu, ditimbun dengan tanah. Tanah di sekitar batang dipadatkan & tanaman disiram.
- Tanaman pelindung : Tanaman ini berfungsi sbg penutup tanah & memperbaiki iklim mikro agar lebih segar. Tanaman berupa legum Crotalaria atauTephrosia yg ditanam selama 3 tahun.
- Perioda Tanam : Masa penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan yaitu pada bulan September & biasanya di saat kondisi tidak terlalu terik utk menghindari penguapan yg terlalu banyak dari bibit yg akan ditanam. Dengan menentukan masa tanam secara tepat maka akan menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman.
Pemeliharaan Tanaman Kina
- Penyulaman : Penyulaman dilakukan satu bulan setelah penanaman, dilakukan secara terus-menerus sampai 3 bulan, menjelang kemarau. Penyulaman pada tahun ke tiga tidak dianjurkan. Kebutuhan bibit sulaman maksimum 10% & pada tahun kedua 5%.
- Penyiangan : Penyiangan dimaksudkan utk penggemburan tanah sedalam 10 cm dengan menggunakan cangkul. Penyiangan dilakukan 1,5–2 bulan sekali. Kegiatan penyiangan sampai umur 2-3 tahun.
- Pembubunan : utk pertanaman kina sebenarnya tidak diperlukan kegiatan pembubunan karena memang tanaman ini merupakan tanaman pohon yang berumur dalam. Namun demikian pada tanaman muda dpt dilakukan kegiatan ini utk menimbun kembali tanah di sekitar daerah perakaran yg terbawa air & dilakukan sekaligus pada saat pemberian pupuk organic kompos setiap 3 – 4 bulan sekali agar pertumbuhan perakarannya lebih baik.
- Pemupukan :
- Pemupukan Organik : Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yg merupakan pupuk organic komplek bias diberikan sbb: utk tanaman muda dilakukan pemupukan secara rutin setiap 2 – 3 bulan sekali sebanyak 5 – 7 kg per tanaman. Sedangkan untuk tanaman yg telah tua (diatas 3 tahun) bias dilakukan pemupukan kompos organic setiap 6 bulan sekali sebanyak 10 – 12 kg pertanaman. Adapun pemberian pupuk di sekitar batang tanaman di daerah perakaran dilakukan sekaligus dengan pekerjaan dangir & penyiangan.
- Pemupukan Konvensional
- Tanaman muda
- 1 tahun: Urea 108 kg, TSP 62 kg, KCl 30 kg & Kieserit 19 kg.
- 2 tahun: Urea 173 kg, TSP 83 kg, KCl 40 kg & Kieserit 37 kg..
- 3 tahun: Urea 217 kg, TSP 124 kg, KCl 60 kg & Kieserit 37 kg.
- 4 tahun: Urea 325 kg, TSP 165 kg, KCl 80 kg & Kieserit 56 kg.
- Tanaman dewasa
- 5 tahun: Urea 390 kg, TSP 186 kg, KCl 80 kg & Kieserit 56 kg.
- 6 tahun: Urea 390 kg, TSP 186 kg, KCl 80 kg & Kieserit 56 kg.
- 7 tahun keatas: Urea 433 kg, TSP 207 kg, KCl 100 kg & Kieserit 75 kg.
Catatan : Kieserit iberikan jika ada gejala kekurangan Mg. Pemupukan dilakukan saat curah hujan terakhir antara 100-300 mm, dilaksanakan dua kali setahun. Cara pemberian pupuk diberikan secara setempat.[pedoman budidaya kina]
HAMA dan PENYAKIT KINA
Hama Kina
- Ulat jeungkal (Boarmia bhurmitra, Antitrygoides divisaria, Hyposidra talaca) dikendalikan dengan insektisida Thiodan 35 EC;
- Ulat sinanangkeup (Paralebeda plagifera) dikendalikan dengan Dedevap 650 EC;
- Ulat bugrug (Metanastria hirtaca) dikendalikan dengan Lebaycid 550 EC;
- Ulat badori (Attacus atlas), dikendalikan dengan Baythroid 50 EC;
- Ulat kaliki (Samia cyntia) dikendalikan dengan Bayrusil 250 EC;
- Ulat kenari (Cricula trifenestrata) dikendalikan dengan Karphos 25 EC;
- Ulat bajra (Setora nitens) dikendalikan dengan Lannate L;
- Ulat kantong (Clania variegata) dikendalikan dengan Decis 2,5 EC, Thuricide, Ripcord 5 EC;
- Ulat merang (Euproctis flexuosa) dikendalikan dengan Lannate 25 WP; Pengendalian mekanis: dilakukan dengan mengumpulkan telur, kupu serta telur-telurnya, kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar.
Penggerek pangkal batang (Phasus damor). Gejala: kerusakan pada leher akar, daun kuning atau kemerahan, layu, kering, rontok & tanaman mati. Pengendalian: menanam bibit yg sehat & insektisida.
Penggerek cabang (Xyleberus. Sp). Gejala: pada ranting, cabang atau batang terlihat adanya tahi gergaji yg halus. Hama ini berasosiasi dengan jamur ambrosia. Pengendalian: menyemprot larutan fungisida sistemik & insektisida Gusadrin 150 ESC, Benlate 50 W).
Penggerek pucuk. Gejala: bekas serangan menyebabkan pucuk berwarna coklat & mati.Pengendalian: penyemprotan dengan insektisida Gusadrin 150 ESC, Benlate 50 WP.
Kutu putih.Gejala: menyerang ranting & mengisap cairan selnya, ranting menjadi berwarna putih & dihuni oleh hewan kecil lonjong. Hama ini tidak menimbulkan kerugian & serangan akan hilang dengan datangnya musim hujan.
Helopeltiss. Gejala: daun & pucuk yg terserang menjadi salah bentuk. Pada serangan berat tanaman mati & dari jauh bagian daun kebun kina kelihatan warna kehitam-hitaman. Pengendalian: dengan penyemprotan insektisida Lannate L, Lannate 25 WP, Lebaycid 550 WP.
Penyakit Kina
- Kanker batang
- Penyebab: jamur Phytophthora Sp. Terdapat tiga spesies jamur kanker batang yaitu:
- P. cinnamomi penyebab kanker garis, serangannya di Indonesia sangat luas.
- P. parasitica penyebab kanker gelang, serangannya relatif sedikit.
- P. citricola hanya menyerang tunas-tunas kina muda, serangannya juga terbatas. Kanker garis membentuk jalur sempit yg mengendap pada kulit batang.
- Gejala: berbeda-beda tergantung umur & klon. Kanker gelang membentuk warna karat pada permukaan kulit batang. Jika kulit luar dikupas tanpak
bahwa kulit bagian dalam membusuk. Pembusukan ini berkembang melingkari batang yg dpt menyebabkan tanaman mati. - Pengendalian: kulit yg sakit dikorek, jaringan busuk dipotong sampai ke bagian sehat & dilumasi Antimucin WBR 0,5% & Difolatan 4F 3%. Setelah obat mengering luka ditutupi dengan petrolatum 2295 A, Shell Tapflux atau.Shell Otina Compound. Permukaan kayu yg terbuka ditutup ter utk mencegah masuknya kumbang penggerek.
- Penyakit jamur upas (Upasia salmonicolor)
- Gejala: sebelum mengering daun-daun dari cabang yg sakit berwarna kuning kemerahan. Pada batang atau cabang terdapat benang-benang jamur
yang belum masuk ke dalam kulit, & mirip dengan sarang laba-laba. - Pengendalian: menyemprotkan bubur Bordeaux. dpt juga dilakukan pelumasan dengan bubur bordeaux pekat, Perenox 3%, Calixin Ready mix atau Calixin RM (tridemorf) dengan menggunakan kuas.
- Penyakit mopog (Rhizoctonia solani)
- Gejala: di bedengan-bedengan pesemaian terdapat kelompok-kelompok semai yg mati seperti tersiram air panas.
- Pengendalian : dengan mengurangi kelembaban persemaian, menyemprotkan fungisida pada tanah bedengan berupa Brassicol sebanyak 30 g/m 2 dan
mengurangi penyiraman. Persemaian dpt disemprot dengan Dithane M-45 atau Brestan 0,05%.
Gulma. Gulma di areal tanam terdiri atas golongan rumput-rumputan seperti lempuyangan (Panicum repens) & paparean (Phalaris arundinaceae); golongan berdaun lebar seperti sintrong (Crassocephalum crepidioides) & babadotan (Ageratum conyzoides). Pengendalian: dengan memperbaiki kultur teknis, menyiangi/mencabut, menggunakan tanaman penutup tanah lebum & dengan herbisida pra tumbuh & purna
tumbuh.
tumbuh.
Pengendalian hama/penyakit secara organic
Dalam pertanian organik yg tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yg ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman utk menghindari serangan hama & penyakit tersebut yg dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama
Terpadu) yg komponennya adalah sbb:
Terpadu) yg komponennya adalah sbb:
- Mengusahakan pertumbuhan tanaman yg sehat
- Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami
- Menggunakan varietas-varietas unggul yg tahan terhadap serangan hama & penyakit.
- Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia.
- Menggunakan teknik-teknik budidaya yg baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yg saling menunjang, serta.rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya utk memutuskan siklus penyebaran hama & penyakit potensial.
- Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yg ramah lingkungan & tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yg dipanen ma maupun pada tanah. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yg diperoleh dari hasil pengamatan.
Beberapa tanaman yg dpt dimanfaatkan sbg pestisida nabati & digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:
- Tembakau (Nicotiana tabacum ) yg mengandung nikotin utk insektisida kontak sbg fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids.
- Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yg mengandung piretrin yg dpt digunakan sbg insektisida sistemik yg menyerang urat syaraf pusat yg aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, & lalat buah.
- Tuba (Derris elliptica & Derris malaccensis) yg mengandung rotenone utk insektisida kontak yg diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan.
- Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yg mengandung azadirachtin yg bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng & serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif utk menanggulangi serangan virus RSV, GSV & Tungro.
- Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yg bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yg dpt digunakan sbg insektisida & larvasida.
- Jeringau (Acorus calamus) yg rimpangnya mengandung komponen utama asaron & biasanya digunakan utk racun serangga & pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.[hama dan penyakit tanaman kina]
PANEN KINA
Ciri & Umur Panen Kina
Bagian tanaman kina yg biasa diambil hasilnya adalah bagian kulit batang, dahan, cabang & ranting. Produk ranting dpt dimulai saat tanaman berumur 6-7 tahun tahun (sebelum tebangan), dengan bagian yg terkecil yg diambil adalah kulit cabang yg diameternya lebih 1 cm. Ranting yg diameternya kurang dari 1 cm memiliki kadar kinin sulfat (SQ) yg rendah, & biaya pengambilannya relatif mahal. Umur tanaman yg siap panen utk panen cara tebangan adalah 9-11 tahun & utk panen cara penjarangan adalah 3,5, 5, 6, 7, 8,12, 18 & 24 tahun dengan jumlah tanaman yg dicabut utk masing-masing penjarangan adalah 12,5% dari total tanaman.
Cara Panen Kina
- Cara penebangan. : Tanaman kina ditebang hati-hati dengan gergaji pada ketinggian 20-30 cm dari sambungan, atau leher akar dengan kemiringan 45 derajat. Batang kina dari batas ini dipotong sampai ketinggian 2 meter. Kulit kina dilepaskan dari batang dengan cara dipukul-pukul. Panen tebangan pertama disebut Stumping 1. Dari tunggul diharapkan tumbuh tunas-tunas baru, & dipelihara maksimum 4 tunas utk dipanen berikutnya. Penen berikutnya disebut stumping 2 dst. Setelah 4 kali stumping tanaman dibongkar. Panen tebangan yg baik pada awal musim penghujan, hindari terik matahari.
- Cara penjarangan : Dilakukan dengan cabutan utk memanen secara bertahap dalam persentase yg telah direncanakan. Pemilihan tanaman yg akan dibongkar tergantung persentase panenan setiap periode. Apabila tanaman akan dibongkar adalah 10%, maka dari 10 tanaman diambil 1 tanaman secara rata-rata.
Periode Panen
Pemanenan biasanya dilakukan secara bertahap yaitu pada saat dilakukan pemangkasan cabang & ranting & pemangkasan batang utama. Pemanenan dilakukan pada ranting/cabang yg telah memenuhi ukuran standar yaitu lebih dari 1cm (diameter). Pemanenan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau pada pagi hari. Hal ini dimaksudkan utk dpt mengelola hasil panen secara langsung terutama masalah pengeringan. utk menghindari cemaran cendawan karena kadar air yg tinggi pada kulit batang maka sebaiknya setelah panen/pengulitan segera dilakukan pengeringan dengan jalan menjemur di bawah terik matahari.
Perkiraan Hasil Panen
Dari 1 batang utama kina (2 meter) didapatkan 1-1,5 kg kulit. Hasil kulit kina diperhitungkan dalam kadar SQ7 maupun besarnya produksi kulit, sehingga hasilnya diperhitungkan dari perkalian kadar SQ7 dengan berat kulit kering dalam kg yg disebut potensi produksi. Pola produksi kulit kering & kadar kinine sulfat (SQ7) hasil panenan cara penjarangan dpt dilihat berikut ini:
- Umur 3,5 tahun, sistim panenan: penjarangan I (12,5% panenan) dengan produksi kulit kering 500 kg/ha pada kadar SQ7 3 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 15,00 kg/ha.
- Umur 5,0 tahun, sistim panenan: penjarangan II (12,5% panenan) dengan produksi kulit kering 700 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 37,50 kg/ha.
- Umur 6,0 tahun, sistim panenan: penjarangan III (12,5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.000 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 60,00 kg/ha.
- Umur 7,0 tahun, sistim panenan: penjarangan IV (12,5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.375 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 82,50 kg/ha..
- Umur 8,0 tahun, sistim panenan: penjarangan V (12,5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.750 kg/ha pada kadar SQ7 7 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 122,50 kg/ha.
- Umur 12,0 tahun, sistim panenan: penjarangan VI (12,5% panenan) dengan produksi kulit kering 3.125 kg/ha pada kadar SQ7 8 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 250,00 kg/ha.
- Umur 18,0 tahun, sistim panenan: penjarangan VII (12,5% panenan) dengan produksi kulit kering 6.250 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 375,00 kg/ha.
- Umur 24,0 tahun, sistim panenan: penjarangan VIII (12,5% panenan) dengan produksi kulit kering 9.375 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 468,75 kg/ha.
PASCAPANEN KINA
- Penyortiran Basah & Pencucian : Batang yg akan diambil kulitnya dikumpulkan di suatu tempat yg teduh. Cabang & ranting dipotong tepat pada pertautan cabang dengan batang, Cabang atau ranting yg ukuran garis tengahnya di atas 1 cm dibersihkan dari ranting kecil & daun-daun. Setelah itu batang tersebut dibersihkan, kemudian dipotong sepanjang 40 - 50 cm utk diambil kulitnya. Pencucian pada kulit batang dilakukan dengan air bersih, jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi Hindari pencucian yg terlalu lama agar kualitas & senyawa aktif yg terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran & banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yg belubang-lubang agar sisa air cucian yg tertinggal dpt dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.
- Pengeringan : Pengeringan dpt dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. Pengeringan kulit batang dilakukan selama kira-kira 2 - 3 hari atau setelah kadar airnya dibawah 8%. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan di atas tikar atau rangka pengering, pastikan bahan tidak saling menumpuk. Selama pengeringan kulit batang harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi bahan tersebut dari air, udara yg lembab & dari bahan-bahan yg bisa mengkontaminasi. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50°C - 60°C. Kulit batang yg akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven & alasi dengan kertas Koran & pastikan bahwa tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah yg dihasilkan.
- Penyortiran Kering.Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yg dikeringkan dengan memisahkannya dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya).
- Pengemasan : Setelah bersih, bahan yg kering dikumpulkan dalam wadah yg bersih & kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya), dpt berupa kantong plastik atau karung. Berikan label yg jelas pada wadah tersebut, yg menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih & metode penyimpanannya.
- Penyimpanan : Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab & suhu tidak melebihi 30°C, & gudang harus memiliki ventilasi baik & lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yg menurunkan kualitas bahan yg bersangkutan, memiliki penerangan yg cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih & terbebas dari hama gudang.
Budidaya Buah Rambutan
Cara Budidaya Cabe
Budidaya Jambu Biji
Langganan:
Komentar (Atom)
